Kamis, 01 Januari 2009

7 OSI LAYER


Model OSI adalah suatu dekripsi abstrak mengenai desain lapisan-lapisan komunikasi dan protokol jaringan komputer yang dikembangkan sebagai bagian dari inisiatif Open Systems Interconnection (OSI). Model ini disebut juga dengan model “Tujuh lapisan OSI” (OSI seven layer model).





Ketujuh lapisan dalam model ini adalah:

Lapisan fisik (physical layer)


Physical layer mendefinisikan karakteristik mekanik, elektrik, fungsional, dan prosedural untuk mengaktifkan, mempertahankan/memelihara (maintain), serta memutuskan (deactivate) koneksi untuk mentransmisikan deretan bit melalui suatu saluran fisik.

Kararakteristik

  1. Mengirim bit dan menerima bit

  2. Berkomunikasi langsung dengan jenis media transmisi

  3. Merepresentasikan bit ini tergantung dari media dan protocol yang digunakan. Dapat menggunakan frekuensi radio atau state transition (perubahan tegangan listrik dari rendah ke tinggi dan sebaliknya)

  4. Menentukan kebutuhan listrik, mekanis, prosedural dan fungsional, mempertahankan dan menonaktifkan hubungan fisik antarsistem.

Fungsi

  • Memindahkan bit antar devices

  • Spesifikasinya berupa voltase, wipin pada kabel. Contoh : EIA/TIA-232, V.35, …



Komponen

hub


HUB adalah sebuah alat yang digunakan dalam jaringan LAN yang bekerja di OSI pada layer Physical layer. Hub berfungsi sebagai konsentrator yaitu digunakan untuk menghubungkan 2 atau lebih komputer yag ada pada jaringan LAN yang menggunaan topologi star. disini hub tidak melakukan traffic control jadi jika terlalu banyak port yang ada pada hub tersebut digunakan akan mengaibatkan kinerja hub turun hal ini terjadi karena sering terjadinya collision antara ethernet.


Repeater

Merupakan sebuah device yang meregenerasi/menghasilkan kembali sinyal yang ditransmisikan pada kabel. Repeater mengijinkan sinyal untuk mengalir diluar batas keterbatasan panjang kabel. Sebuah repeater tidak melakukan translasi atau filterisasi paket.

Media transmisi

Media Transmisi adalah media yang digunakan sebagai penghubung antara pengirim dan penerima, untuk melintaskan isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara dan akan diubah kembali menjadi data.



Protocols

  • IEEE 802 (Ethernet standard)

  • IEEE 802.2 (Ethernet standard)

  • ISO 2110

  • ISDN

Lapisan koneksi data (data link layer)


Data link layer, Layer ini memetakan unit data yang bersal dari network layer menjadi frame data yang dapat ditransmisikan. Untuk melaksanakan fungsi-fungsi di aas, data link layer menyediakan proses sinkronisasi, error control dan flow control. Selain itu, jika diperlukan, layer 2 juga melaksanakan proses multiplexing satu data link ke dalam beberapa saluran fisik.

Karakteristik

  1. Menyediakan transmisi phisik dari data

  2. Menangani notifikasi error, topologi jaringan, flow control

  3. Memastikan pesan-pesan akan terkirim melalui alat yang sesuai di LAN menggunakan hardware Address (MAC)

  4. Media Access Control (MAC), 24 bit vendor code dan 24 bit serial numbernya

  5. Menerjemahkan dari layer network diatasnya ke bit-bit layer phisik di bawahnya

  6. Melakukan format pada pesan atau data menjadi pecahan-pecahan (data frame)

  7. Menambahkan header yang terdiri dari alamat h/w sources & destination (semacam informasi kontrol)

  8. Membentuk encapsulations yang membungkus data asliEncapsulations akan dilepas setelah paket di terima oleh layer dibawahnya

  1. Layer inilah yang mengidentifikasi peralatan pada network

  2. Pembungkusan ini akan berlanjut di hop lain sampaipaket sampai ke tujuan

  3. Paket tidak akan berubah sepanjang pengiriman



Fungsi

  • Mengkomuninasikan bit ke bytes dan byte ke frame

  • Menerima perangkat media berupa MAC Addressing

  • Deteksi error dan recovery error. Contoh : 802.3/ 802.2/ HDLC

Komponen

Bridge



Bridge adalah alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil. bridge membaca alamat MAC (media access control0 dari setiap paket data yang diterima yang kemudian akan mempelajari dridging table untuk memutuskan apa yang akan dikerjakan bridge selanjutnya pada paket data tersebut, apakah diteruskan atau di abaikan. jika switch menpunyai domein collision sendiri-sendiri disetiap portnya, begitu juga dengan bridge memiliki domain collision ttetepi ia juga dapat membaginya dari sebuah domain collision yang besar menjadi yang lebih kecil, dah bridge hanya akan melewatkan paket data antar segment - segment jika hanya segment itu sangat diperlukan.

Switch



Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LAN.

Protocols

Media Access Control:

Communicates with the adapter card

Controls the type of media being used:

  • 802.3 CSMA/CD (Ethernet)

  • 802.4 Token Bus (ARCnet)

  • 802.5 Token Ring

  • 802.12 Demand Priority




Lapisan jaringan (network layer)


Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke” network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session terminal. Terakhir, route dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap paketnya. Oleh karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu.

Arti istilah Brouter dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut :

Suatu alat penghubung jaringan yang mengkombinasikan fungsi router dan bridge. Alat ini mengatur lewatnya data sesuai dengan protokol yang dipakai dan menjembatani semua lalu lintas data lain.

Contoh dari Network layer:

Router :




Network components:

* Brouter

* Router

* Frame Relay Device

* ATM Switch

* Advanced Cable Tester

Protocols:

* IP; ARP; RARP, ICMP; RIP; OSFP;

* IGMP;

* IPX

* NWLink

* NetBEUI

* OSI

* DDP

* DECnet

Lapisan transpor (transport layer)

Fungsi dasar transport layer adalah menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.

Dalam keadaan normal, transport layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi transport yang diperlukan oleh session layer. Bila koneksi transport memerlukan throughput yang tinggi, maka transport layer dapat membuat koneksi jaringan yang banyak. Transport layer membagi-bagi pengiriman data ke sejumlah jaringan untuk meningkatkan throughput. Di lain pihak, bila pembuatan atau pemeliharaan koneksi jaringan cukup mahal, transport layer dapat menggabungkan beberapa koneksi transport ke koneksi jaringan yang sama. Hal tersebut dilakukan untuk membuat penggabungan ini tidak terlihat oleh session layer.

Transport layer juga menentukan jenis layanan untuk session layer, dan pada gilirannya jenis layanan bagi para pengguna jaringan. Jenis transport layer yang paling populer adalah saluran error-free point to point yang meneruskan pesan atau byte sesuai dengan urutan pengirimannya. Akan tetapi, terdapat pula jenis layanan transport lainnya. Layanan tersebut adalah transport pesan terisolasi yang tidak menjamin urutan pengiriman, dan membroadcast pesan-pesan ke sejumlah tujuan. Jenis layanan ditentukan pada saat koneksi dimulai.

Arti istilah Brouter dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut :

Suatu alat penghubung jaringan yang mengkombinasikan fungsi router dan bridge. Alat ini mengatur lewatnya data sesuai dengan protokol yang dipakai dan menjembatani semua lalu lintas data lain.

Contoh dari transport layer :

B-router

Network components:

* Gateway

* Advanced Cable Tester

* Brouter

Protocols:

* TCP, ARP, RARP;

* SPX

* NWLink

* NetBIOS / NetBEUI

* ATP

Lapisan sesi (session layer)


Session layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Sebuah session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin kemesin lainnya.

Sebuah layanan session layer adalah untuk melaksanakan pengendalian dialog. Session dapat memungkinkan lalu lintas bergerak dalam bentuk dua arah pada suatu saat, atau hanya satu arah saja. Jika pada satu saat lalu lintas hanya satu arah saja (analog dengan rel kereta api tunggal), session layer membantu untuk menentukan giliran yang berhak menggunakan saluran pada suatu saat.

Layanan session di atas disebut manajemen token. Untuk sebagian protokol, adalah penting untuk memastikan bahwa kedua pihak yang bersangkutan tidak melakukan operasi pada saat yang sama. Untuk mengatur aktivitas ini, session layer menyediakan token-token yang dapat digilirkan. Hanya pihak yang memegang token yang diijinkan melakukan operasi kritis.

Layanan session lainnya adalah sinkronisasi. Ambil contoh yang dapat terjadi ketika mencoba transfer file yang berdurasi 2 jam dari mesin yang satu ke mesin lainnya dengan kemungkinan mempunyai selang waktu 1 jam antara dua crash yang dapat terjadi. Setelah masing-masing transfer dibatalkan, seluruh transfer mungkin perlu diulangi lagi dari awal, dan mungkin saja mengalami kegagalan lain. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masalah ini, session layer dapat menyisipkan tanda tertentu ke aliran data. Karena itu bila terjadi crash, hanya data yang berada sesudah tanda tersebut yang akan ditransfer ulang.

Contoh dari Session layer:

Gateway

Network components:

* Gateway

Protocols:

* NetBIOS

* Names Pipes

* Mail Slots

* RPC

Lapisan presentasi (presentation layer)

Pressentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Pressentation Layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Tidak seperti layer-layer di bawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat lainnya, presentation layer memperhatikan syntax dan semantik informasi yang dikirimkan.

Satu contoh layanan pressentation adalah encoding data. Kebanyakan pengguna tidak memindahkan string bit biner yang random. Para pengguna saling bertukar data sperti nama orang, tanggal, jumlah uang, dan tagihan. Item-item tersebut dinyatakan dalam bentuk string karakter, bilangan interger, bilangan floating point, struktur data yang dibentuk dari beberapa item yang lebih sederhana. Terdapat perbedaan antara satu komputer dengan komputer lainnya dalam memberi kode untuk menyatakan string karakter (misalnya, ASCII dan Unicode), integer (misalnya komplemen satu dan komplemen dua), dan sebagainya. Untuk memungkinkan dua buah komputer yang memiliki presentation yang berbeda untuk dapat berkomunikasi, struktur data yang akan dipertukarkan dapat dinyatakan dengan cara abstrak, sesuai dengan encoding standard yang akan digunakan “pada saluran”. Presentation layer mengatur data-struktur abstrak ini dan mengkonversi dari representation yang digunakan pada sebuah komputer menjadi representation standard jaringan, dan sebaliknya.

Contoh dari Pressentation layer:

Gateway

Network components:

* Gateway

* Redirector

Fungsi Layer Presentasi (Layer 6)

– Bagaimana data di presentasikan

– Type data, enkripsi, visual images, dll

– Contoh : JPEG, GIF, ASCII, EBCDIC



Protocols:

* None

Lapisan aplikasi (application layer)


Application layer terdiri dari bermacam-macam protokol. Misalnya terdapat ratusan jenis terminal yang tidak kompatibel di seluruh dunia. Ambil keadaan dimana editor layar penuh yang diharapkan bekerja pada jaringan dengan bermacam-macam terminal, yang masing-masing memiliki layout layar yang berlainan, mempunyai cara urutan penekanan tombol yang berbeda untuk penyisipan dan penghapusan teks, memindahkan sensor dan sebagainya.

Contoh dari Application layer:

Gateway

Network components:

* Gateway

Protocols:

* DNS; FTP

* TFTP; BOOTP

* SNMP; RLOGIN

* SMTP; MIME;

* NFS; FINGER

* TELNET; NCP

* APPC; AFP

* SMB
»»  READMORE...

Sabtu, 29 November 2008

Istalasasi Open Suse 11.0 Berbasis text

LAPAORAN MENGINSTAL OPEN SUSE 11.O

BERBASIS “TEXT MODE”

Dibuat oleh : Gandhy Rokhmansyah

Guru Pembimbing : NOMIYASARI

v SISTEM OPERASI/ OPERATING SISTEM (OS)

Sistem operasi atau: operating system (OS) adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi.

Biasanya, istilah Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua software yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi software terinstall. Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi

Macam-macam Sistem Operasi(OS)

1) WINDOWS

2) LINUX

3) UNIX

4) MS-DOS

5) FREE BSD

6) MAC OS

v SEARAH LINUX

SUSE bermula di awal tahun 1990-an di mana Linux terdiri dari sekitar 50 keping disket dan dapat diunduh/diambil lewat internet, tetapi pengguna potensial yang memiliki koneksi internet tidaklah banyak. Kemudian S.u.S.E. GmbH menghimpun disket-disket Linux yang dapat dibeli (tanpa harus memiliki koneksi internet). SuSE tersebarluas oleh Suse GmbH dengan lokalisasi instalasi dalam bahasa Jerman dan dengan itu menciptakan distribusi dari banyak pengguna berbahasa Jerman. Alat instalasi dari Slackware diganti dengan YaST hasil pengembangan Suse GmbH sendiri. Mulai April 1994 Paket Suse-Linux Versi 1.0 mulai menggunakan CD, tidak lagi dalam disket (yang sudah mencapai 70 keping).

Versi pertama yang berdiri sendiri terlepas dari Slackware diterbitkan pada Mei 1996 dengan nama S.u.S.E. Linux, versi 4.2. Penomoran 4.2 dalam versi ini diakibatkan dari diskusi panjang di mana penomoran versi 1.1 ditolak dan angka 42 lebih disukai karena merupakan "jawaban dari segala pertanyaan terhadap segala pertanyaan" (Answer to Life, the Universe, and Everything) menurut roman karya Douglas Adams The Hitchhiker's Guide to the Galaxy. Pada versi ini untuk pertama kalinya, dalam distribusi dengan 3 CD, disertai sebuah Live-Filesystem.

Mulai dari versi 4.2 angka penjualan Suse Linux meningkat tajam. Pengguna professional di pasar Linux menuntut produk yang sesuai, maka mulai versi 5 ditawarkan produk SuSE Business Linux. Konsep ini kemudian tetap dijual melalui SUSE Linux Enterprise Server (SLES), yang boleh diperoleh di samping siklus rilis dan pembaruan yang panjang dengan dukungan tawaran dan pelatihan yang beragam.

Suse Linux yang sampai pada versi itu hanya mendukung platform Intel i386, pada versi 6.1 mulai juga mendukung platform DEC, Alpha AXP dan platform PowerPC pada versi 6.3. Kedua distribusi memiliki pengaruh penting bagi pengembangan kualitatif Distribusi Suse Linux. Pada perkembangan berikutnya tersedia juga versi SuSE Linux untuk sistem AMD Athlon 64, Intel Itanium dan IBM 390 (Z-Series).

Mulai versi 7.0 sampai dengan 9.1 tersedia dua versi Suse Linux: Personal dan Professional. Di samping itu tersedia juga versi bagi pelajar. Paket pembaruan dengan harga yang pantas untuk versi Professional juga tersedia tanpa cetakan buku pedoman administrasi. Pada 4 November 2003, Novell mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi SuSE.[2] Akuisisi ini diselesaikan pada Januari 2004.[3] SuSE 9.1 merupakan versi pertama di bawah Novell. Salah satu perubahan yang terjadi adalah mulai Juni 2004, di samping instalasi melalui FTP, CD untuk instalasi dasar tersedia di internet. Juga pada edisi Professional dipasarkan dengan keping DVD kedua yang berisi perangkat lunak untuk sistem 64-Bit (AMD64 dan Intel 64) (versi 64-Bit SuSE 9.0 dijual terpisah). Pada April 2004 YaST ditempatkan di bawah Lisensi Publik Umum GNU. Pada 4 Agustus 2005, juru bicara dan direktur hubungan masyarakat Bruce Lowry mengumumkan bahwa pengembangan SUSE Professional akan lebih terbuka dan bersama dalam proyek komunitas openSUSE berupaya meraih perhatian yang lebih luas dari pengguna dan pengembang . Lebih terbuka dengan memungkinkan pengguna dan pengembang untuk menguji dan membantu mengembangkannya. Sebelumnya segala pengembangan dilakukan hanya oleh SUSE dan versi 10.0 adalah versi pertama dengan pengujian beta oleh publik. Sebagai bagian dari perubahan, akses ke Server-YaST menjadi pelengkap bagi pengguna SUSE Linux.

SUSE(OPEN SUSE), sebelumnya bernama SUSE Linux dan SuSE Linux Professional,[1] , adalah salah satu distro Linux dari perusahaan Novell, atau lebih tepat dari anak perusahaannya Suse Linux GmbH (Software- und System-Entwicklungsgesellschaft mbH, Nürnberg yang berarti pengembangan -perangkat lunak dan -sistem). SUSE Linux awalnya merupakan distro Slackware terjemahan bahasa Jerman. Ada informasi tidak resmi yang

mengatakan bahwa S.u.S.E berhubungan dengan ilmuwan komputer Jerman Konrad Zuse karena pengucapan namanya yang sama.

Terdapat dua (2) distro utama SUSE Linux yang saat ini aktif:

  • SUSE Linux Enterprise : SLE adalah solusi sumber terbuka dari Novell untuk perusahaan besar. Terdiri dari dua paket, yaitu:

· SUSE Linux Enterprise Server : SLES adalah Sistem Operasi Server Perusahaan yang merupakan komponen SLE.

· SUSE Linux Enterprise Desktop : SLED adalah Sistem Operasi Desktop Perusahaan yang merupakan komponen SLE.

  • openSUSE : sebuah proyek masyarakat, yang disponsori oleh Novell, dirancang untuk penggguna rumahan.

Proses instalasi

1. Masukkan DVD Instalasi openSUSE 11.0 pada DVD-R/RW ROM.

2. Sebelum mengistalasi OpenSuse 11.0, atur terlebih dahulu setting BIOS.
3.
Saat melakukan booting tekan “Del” atau “F2” sesuai perintah pada PC untuk masuk setting BIOS.
4.
Tekan F10 untuk Save and Exit
5.
Sebelum menginstalasi, tekan “F3” untuk mengatur Vidio Mode yaitu Teks Mode. Pilih Instalation, lalu tekan enter.

6. Tunggu beberapa dan muncul tampilan sebagai berikut. Tak lama kemudian akan muncul langkah-langkah proses Installation.

7. Setelah beberapa saat muncul tampilan pertama (Welcome). Tekan Alt + L bila ingin memilih model bahasa. Tekan Alt + A untuk pada "I Agree to the Licence Terms".
Tekan Alt + N untuk Next/melanjutkan.
8. Tunggu beberapa saat hingga muncul proses yang seperti gambar di bawah ini.


9. Installation Mode. Tekan Alt+I untuk New Installation. Tekan Alt+N untuk Next/melanjutkan.
10. Clock and Time Zone. Tekan Alt + E untuk Region, pilih Asia. Tekan Alt + Z untuk Time Zone, pilih Jakarta. Tekan Alt + C untuk mengkonfersi waktu. Tekan Alt + N untuk Next/melanjutkan.
11. Setelah sampai disini kita memilih Other dengan perintah Alt+O kemudian pilih minimal Server Selection (Text Mode) dengan perintah Alt+I lalu Alt+N atau Next untuk melanjutkan.
12. suggested Partitioning. Tekan Alt+C untuk membuat partisi baru. 13. Preparing Hark Disk : Step 1 Tekan Alt + C untuk Custon partitioning.
Tekan Alt + N untuk Next/melanjutkan.
14. Expert partitioner. Tekan Alt + C untuk created partition. Lalu muncul tampilan box Partition Type. Tekan Alt + E lalu Alt + O untuk OK
15. Kemudian muncul tampilan box berikutnya. Takan Alt + D, dan isikan pada End “1GB” lalu tekan Alt + O untuk OK.
16. Create a Logical Partition . Tekan Alt + F untuk Format, dan tekan Alt + M untuk memilih File System, lalu pilih “Swap”. Tekan Alt + D dan isikan “+1GB”.
Tekan Alt + O untuk OK.

17. Tekan Alt + C kembali untuk membuat partisi ke dua. Tekan Alt + D dan isikan “5GB”. Tekan Alt + M lalu pilih “/”. Tekan O untuk OK.
18. Tekan Alt + C kembali untuk membuat partisi ke tiga. Tidak perlu menekan Alt + D sebab untuk partisi kali ini menggunakan sisa kapasitas harddisk. Tekan Alt + M, lalu pilih “/home”. Tekan Alt + O untuk OK.
19. Setelah melakukan partisi maka akan muncul tampilan sebagai berikut. Tekan Alt + N untuk Next/ melanjutkan.
20. Berikutnya akan tampil kembali page Suggested Partitioning dengan partisi yang telah dibuat. Tekan Alt + N untuk Next/ melanjutkan.
21.Tahap berikutnya adalah menentukan nama user dan password sistem. Untuk kemudahan, kita bisa menggunakan password sistem sebagai password admin (root).
Tekan “Alt+U” untuk User’s full Name
Tekan “Alt+U” untuk Username Tekan “Alt+P’ untuk Password Tekan “Alt+O” untuk confirm Password Lalu tekan “Alt+N” untuk Next.
22. Password untuk the System Admininistrator Root. Tekan Alt + P dan Alt + F secara bergantian dengan memasukkan password root yang sama. . Tekan Alt + Next untuk Next/melanjutkan
23. Installation Settings. Langsung tekan Alt + I untuk Install.

24. Automatic Configuration. Tunggu beberapa saat sampai proses ini selesai.

25. Bila proses Instalasi selesai, komputer secara otomatis melakukan proses restart.
26.
Bila telah ter-restart maka proses instalisasi telah usai dan berhasil.


Kemudian akan tampil homepage OpenSUSE 11.0 berbasis Teks.

27. Linux open Suse 11.0 siap untuk digunakan.




" Selamat Mengerjakan "

Penulis


Gandhy rokhmansyah



»»  READMORE...

Sabtu, 15 November 2008

1) Siapkan master DVD software LINUX OPENSUSE 11.0

2) masukanlah DVD tersebut pada DVD ROM anda kemudian tunggu sampai muncul gambar seperti dibawah ini


3) Pilih Installation Pada Pilihan yang tertetera kita juga dapat mengubah pilihan bahasa untukinstalasi, ukuran layar, lokasi sumber instalasi (DVD atau melalui network), pilihan kernel dan tambahan driver.

4) setelah masuk pada tampilan welcome,disini anda dapat memilih bahasa yang di gunakan serta anda di suruh membuat persetujuan klik ppada lisensinya kemudian pilih next untuk melajjutkan


5) openSUSE akan melakukan deteksi hardware dan sistem yang ada. Tunggu
sebentar hingga proses deteksi selesai dilakukan.


6) Pilihan berikutnya adalah pilih NEW INSTALLATION karena kita awal menginstal dan tunngu proses selanjutnya


7) setelah proses selesai Berikutnya adalah menentukan waktu dan area waktu (Time Zone). pilih asia dan Jakarta jika memang tinggal didaerah WIB dan pilih area lokasi lain jika tinggal di area waktu WITA/WIT


8 ) jika anda sudah meimilih lanjutkan dengan me klik next

9) Pilihan berikutnya adalah menentukan desktop manager. Tersedia berbagai
pilihan, baik Gnome, KDE 3.5, KDE 4maupun yang lain


10) Setelah menentukan Desktop Manager, tahap selanjutnya adalah menentukan
formasi harddisk.Dalam linux minimal ada 3 partisi yang harus di buat denngan cara mengecreate partisi yang pertama buat partisi ROOT,yang kedua HOME min 5 GB
yang ketiga partisi SWAP yang harus disesueikan dengan memory RAM anda misal RAM anda 1 GB maka partisi haarus 2GB




11) setelah anda mempartisi harddisk anda klik next

12) Tahap berikutnya adalah menentukan nama user dan password sistem. Untuk
kemudahan, kita bisa menggunakan password sistem sebagai password admin
(root)



13) setelah anda menentukan password klik next

14) Sebelum proses instalasi dilakukan, ada overview mengenai pilihan yang sudah
dilakukan. Kita masih bisa melakukan perubahan dari halaman overview ini



15 ) jika sudah selesai klik pada INSTAL untuk melakukan proses instalasi


16) tahap terahir adalah proses instalasi berjalan dan tunggu hingga proses selesai

17) Setelah proses ini selesai, kita dapat menggunakan openSUSE 11.0 dengan sangat leluasa
»»  READMORE...
 
Copyright 2009 Gandhy's blog. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan